Adalah hal yang wajar jika rasa jenuh dan tak semangat itu kadang menghinggapi diri kita. Namun juga tidak wajar apabila hal itu sering dan mudah mendatangi kita.
Agar hidup terasa lebih bergairah maka buatlah target-target capaian. Membuat target capaian tak ubahnya membuat komitmen terhadap diri sendiri. Dengan adanya target ini maka dengan sendirinya kita akan terpacu untuk mengejar bahkan melampauinya. Jika ini terus dilatih, niscaya kualitas hidup kita akan semakin baik.
Dalam bekerja, target saya sudah jelas. Saya ingin selalu menjadi yang terbaik dibanding yang lain. Ini mengandung konsekuensi yang tidak mudah. Dinamika bisnis pasti terus terjadi. Harga-harga bahan baku merangkak naik, berebut jaringan produksi, dan penanganan SDM yang lebih dinamis.
Di balik tantangan dan kesulitan, pasti terbuka pula jalan keluar dan kemudahan. Kuncinya ada pada kesiapan diri untuk terus belajar dan tanggap dengan semua dinamika.
Selain mengelola usaha di Solo, saat ini saya juga berkomitmen untuk terlibat langsung dalam pengembangan jaringan bisnis di Cirebon. Alhamdulillah, secara perlahan progress-nya terus membaik.
Saya juga berkomitmen untuk selalu hadir secara fisik di sana. Tak kurang 3 kali dalam sebulan saya masih terus bolak-balik Solo-Cirebon. Pada setiap trip saya tinggal di Cirebon selama 3 hari, mau tidak mau harus berjauhan dengan anak-anak yang saat ini butuh perhatian lebih dari ayahnya. Kalau dipikir, termasuk berat juga. Namun, di sini memang bukan untuk dipikir, tetapi dijalani. Segala sesuatu kalau dijalani dengan mengalir maka nikmatlah adanya.
Dalam keseharian, entah di rumah atau sedang bepergian saya masih memegang komitmen untuk selalu bangun tidur lebih awal dari lainnya. Rata-rata sejam sebelum waktu Subuh tiba. Tidak cukup itu, begitu bangun tidur saya langsung mandi. Selanjutnya, waktu saya manf aatkan untuk dialog khusus dengan Empunya Langit dan Bumi. Ini pun masih terjaga dengan baik. Dengan begitu, saya selalu merasa antusias menyambut datangnya pagi.
Dalam hal ibadah, saya pun menetapkan target. Contohnya dalam hal sedekah dan sholat. Setiap bulan sudah saya tetapkan, berapa besaran sedekah yang harus saya keluarkan. Dengan cara seperti ini akan lebih terjaga keistiqomahannya.
Untuk sholat, saya selalu berusaha untuk melakukannya dengan berjamaah di masjid. Apes-apesnya jika kebetulan jauh dari mesjid maka berjamaah dengan teman yang kebetulan sedang bersama saya.
290
Setiap pagi, saya mencanangkan Sholat Dhuha paling sedikit 6 rakaat. Ini sudah lebih baik dari sebelumnya yang rata-rata hanya 4 rakaat setiap paginya.
Belum lagi untuk urusan zikir. Sehabis sholat wajib saya menetapkan target harus membaca istighfar, sholawat, dan tasbih masing-masing sebanyak 100 kali.
Mengapa harus sebanyak itu Banyak istigfar karena saya merasa banyak salah dan dosa. Saya merasa perlu banyak bersholawat, karena dengan itulah saya mengungkapkan cinta saya kepada Nabi Muhammad SAW. Dan saya perlu banyak bertasbih karena dengan cara itulah saya bisa memuji-Nya.
Baru dua setengah bulan ini saya membuat komitmen baru. Saya berkomitmen untuk selalu menulis 10 artikel setiap bulannya di website pribadi saya. Alhamdulillah saya merasakan efek positifnya. Dengan begitu, saya lebih bisa memanfaatkan waktu dengan baik. Saya harus lebih banyak membaca buku dan bergaul dengan orang yang mendukung komitmen saya tersebut. Menyenangkan, bukan
14 Desember 2013