PEREMPUAN-PEREMPUAN MERBAHAYA - 98
Ku tenun puisi-puisi di baju tidurmu bersatu dalam bening mata sang dewi cinta engkaulah aku gemari sejak dulu mau ku teladani tiap rahsia keteguhan kaki asa yang melebihi pahlawan Melayu Melaka

Ku gantungkan puisi emas sebagai kalung kerna ku selalu gagal memayungi gerimis kota tua dari mencederai jiwa sucimu

Ku pakaikan sepersalinan puisi baldu kerana pada dua belah kantungmu aku bertahan dan ku percaya engkaulah pemilik taman puisi sebenar

Kepada Cinta ku pinta selimutlah bonda dengan seluruh sejahtera.